Jumat, 02 November 2012

Tips Agar Konsumen Senang dan Betah Berbelanja

Kebanyakan wanita pasti senang berbelanja, baik di toko retail di mana Anda bisa tawar-menawar harga, maupun di department store yang membuat Anda rela menggesek kartu kredit untuk menebus tas seharga Rp 10 juta. Namun seorang pelanggan bisa membatalkan rencana belanjanya jika menerima perlakuan yang kurang menyenangkan dari pemilik toko atau butik.


Karena itu, sebagai pemilik butik atau pun toko, sudah sepantasnya Anda memberikan layanan istimewa untuk calon pembeli. Cara terbaik untuk memberikan pengalaman belanja yang hebat untuk pelanggan adalah dengan menyewa dan mendidik karyawan yang mampu menggali informasi tentang kecenderungan pelanggan dan mengubah pengetahuan tersebut menjadi layanan yang disesuaikan kebutuhan pelanggan. "Jika Anda seorang merchandiser tanpa program training, kemungkinan menciptakan pengalaman yang hebat untuk pelanggan sangat sulit," ujar Paula Courtney, Chief Executive The Verde Group, lembaga riset retail di Toronto, Kanada. "Melakukan kebijakan adalah jantung dari sebuah bisnis dalam menciptakan pengalaman belanja yang hebat."

Untuk Anda yang sedang merintis dunia bisnis, tips berikut mungkin perlu dipertimbangkan.

* Buatlah desain toko yang menarik dan atmosfir yang menyenangkan. Secara konsisten sediakan barang yang berkualitas, dan buat pelanggan merasa mereka diperhatikan dengan menyediakan barang-barang berkualitas terbaik.

* Ingat, (calon) pembeli adalah raja. Karena itu bersikaplah sopan, perhatikan apa yang diinginkan atau dicari pelanggan. Kemudian tunjukkan kemauan untuk membantu, dan dengarkan pertanyaannya.

* Bila Anda mengingat seorang pembeli yang datang kembali ke toko Anda, sapalah dia dengan ramah. Tanyakan, misalnya, bagaimana cake yang dulu dibeli? Jenis apakah yang disukainya? Tanyakan siapa namanya, dan sebutlah namanya setiap kali Anda berbincang dengannya. Pelanggan senang jika pemilik toko mengingat dirinya, apalagi namanya.

* Dengan sabar jelaskan dan beri saran mengenai barang yang ingin dibeli pelanggan, misalnya merek mana yang lebih berkualitas daripada merek lainnya. Bantu pelanggan dengan menemukan barang yang dicari, dengan mencek apakah stok barang tersebut masih tersedia.

* Jangan terjebak dengan pertanyaan pelanggan, dan hindari memberikan feedback yang negatif. Seorang rekan Kompas.com pernah membatalkan membeli jam tangan dengan harga puluhan juta hanya karena saat ditanya model mana yang lebih bagus untuk dirinya, sang penjaga butik mengatakan, "Yang emas itu enggak cocok buat Ibu, kan Ibu item." Ouch...! Akan lebih baik jika Anda mengatakan, "Yang perak ini terlihat manis untuk Ibu."

* Bila antrian pembeli akan membayar sudah cukup panjang, tawarkan untuk melakukan proses pembayaran lebih cepat. Misalnya, menerima pembayaran dari pembeli yang sedang ada di tengah antrian, jika ternyata membawa uang pas sejumlah total pembelian.

* Pembeli menemukan sepatu yang diidam-idamkannya, namun sepatu tersebut memiliki sedikit cacat? Tawarkan bantuan, misalnya memperbaiki cacat tersebut, atau memberikan diskon sekian persen. Bantuan kecil seperti ini akan selalu diingat pelanggan. Ingat, menurut hasil riset, empat dari lima orang rata-rata akan menyampaikan kepada tiga orang lain tentang pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

* Jangan menempel terus di samping pengunjung toko sambil memandangi penampilan pengunjung tersebut dari atas ke bawah. Mintalah karyawan Anda untuk tidak melakukan hal tersebut karena tidak sopan. Selain itu, minta penjaga toko untuk tidak bercanda hingga terbahak-bahak dengan penjaga toko sebelah yang juga sedang menganggur.

* Bila pengunjung menanyakan sesuatu barang yang tidak tersedia di toko Anda, sampaikan penyesalan Anda dengan mengatakan, "Maaf, Mbak, kami tidak menyediakan barang tersebut. Mungkin ada yang lain yang ingin dicari?" Perhatikan intonasi suara Anda, jangan sampai memberikan kesan jawaban Anda justru mengatakan, "Sori ya, kami enggak punya barang seperti itu!"

* Bila Anda atau karyawan memang diharuskan menyapa pengunjung, lakukan hal tersebut sambil menatap matanya. Jangan biarkan karyawan berteriak-teriak, "Lihat-lihat ke dalam, Kak, banyak yang baru..." pada seseorang yang sedang lewat, namun matanya jelalatan ke arah lain. Pengunjung tahu sapaan seperti ini sama sekali tidak tulus.

* Bila pengunjung tak jadi membeli barang, jangan langsung meninggalkannya seolah ia orang yang sangat tidak berharga. Sampaikan terima kasih atas kunjungannya, lalu tunggu hingga ia berlalu, baru Anda kembali menyibukkan diri dengan hal lain.

Sumber Data : Ciputra Entrepreneurship

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda but No Pornografi, No SARA, No Spam, No Alkohol, No Smoking, No RASIS.
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda & Keep Smile !!! :)