Rabu, 09 Januari 2013

Sedikit Tidur atau Makan Serta Perbanyak Dzikir

Ini tentang Uwais Al-Qarni. Uwais adalah salah seorang yang gemar sekali beribadah, atau yang kita sebut dengan “ahli ibadah.” Sampai-sampai, karena khusyu’-nya ia tanpa sengaja tertidur dalam zikir-zikirnya. “Aku pergi ke tempat Uwais Al-Qarni,” begitu cerita Rabi’ bin Khutsaim, “ Aku mendapati beliau sedang duduk setelah selesai menunaikan shalat Subuh.”

Di dalam hatinya, Khutsaim berkata pada dirinya sendiri, “Aku tidak akan mengganggunya dari bertasbih. Setelah masuk waktu Zuhur, beliau mengerjakan shalat Zuhur, dan begitu masuk waktu Ashar, beliau shalat Ashar. Selesai Ashar, beliau duduk berzikir hingga tiba waktu Maghrib. Setelah itu, beliau menunggu waktu Isya, dan setelahnya ia mengerjakan shalat hingga menjelang Subuh. Setelah shalat Subuh beliau duduk dan tanpa sengaja tertidur. Tiba-tiba saja beliau terbangun. Ketika itu, Khutsaim mendengar ia berkata, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mata yang senang tidur dan perut yang tidak merasa kenyang.”

Kisah Uwais di atas memperlihatkan bagaimana jika ibadah telah menjadi “makanan” sehari-harinya. Karena sibuk berzikir, tasbih, ia menjadi begitu konsentrasi (khusyu’). Sampai-sampai ia bisa menahan dirinya dari makan dan ngantuk. Memang dalam realitanya ada. Kalau seseorang senang dengan sebuah pekerjaan, ia akan bisa menahan kantuknya, juga laparnya. Di sini kita diajarkan agar tidak memanjakan diri dengan tidur yang berlebihan (suka tidur), dan makan yang berlebihan (tidak kenyang-kenyangnya).
Mungkin ada sebuah pertanyaan: bagaimanakah cara tidur yang sehat? Tidur yang sehat antara satu dan lainnya berbeda. Ada yang harus 8 jam, ada juga yang kurang dari itu. Bagi yang 8 jam, berarti banyak benar waktunya untuk tidur, sementara itu ia perlu bertanya dalam dirinya: apakah selama ia terjaga, banyak amal shaleh ia perbuat ataukah malah dosa-dosa saja yang menumpuk? Tidur yang baik sangatlah personal. Namun, tetaplah ada kaidah-kaidah umum atau tips agar kita tidur lebih sehat.

Berikut ini sejumlah kebiasaan sehat yang bisa mendorong kebiasaan tidur sehat. Bagaimana memulainya? Mulailah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif. Singkirkan benda-benda seperti radio dan televisi dari kamar tidur. Kamar adalah tempat untuk tidur, bukan menonton televisi. Orang akan mudah tertidur ketika ruangan lebih dingin dibandingkan hangat. Karena itu, ciptakan ruangan yang sejuk. Matikanlah lampu, karena otak lebih mudah mempersiapkan tubuh untuk tidur di ruangan gelap. Pastikan seprei selalu bersih. Bantal, guling, dan kasur juga harus nyaman agar kita bisa tidur nyenyak.

Sebelum tidur, kita sangat dianjurkan untuk ber-muhasabah (berintrospeksi diri). Dalam muhasabah, kita meng-evaluasi segala perbuatan yang telah kita lakukan di siang hari. Lalu jika ternyata perbuatan baik lebih banyak maka hendaknya kita memuji kepada Allah. Sebaliknya, kita ternyata hasilnya lebih banyak dosa dan maksiatnya, maka maka hendaklah meminta ampun, beristigfar banyak-banyak kepada-Nya.
Waktunya, gimana? Atur waktu tidur dan bangun yang konsisten. Setiap orang punya jam biologis yang mencatat dan melacak pola tidur. Ketika tubuh punya pola tidur teratur, otak secara otomatis akan mengirim sinyal ke tubuh untuk rileks dan pergi tidur. Tubuh pun secara otomatis akan bangun ketika sudah cukup mendapatkan istirahat.

Berdasarkan hadits dari Aisyah ra menyatakan bahwa Rasulullah itu orang yang biasa tidur lebih cepat, atau tidur lebih dini. Dalam hadits disebutkan, bahwasanya Rasulullah tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Tidur di awal waktu lebih memudahkan kita untuk bangun cepat keesokan harinya.
Pakai obat tidur, boleh? Jauhilah obat tidur. Jauhi kafein dan nikotin di malam hari karena dapat mengganggu istirahat. Kafein adalah stimulan yang mengaktifkan otak, sedangkan nikotin mempercepat metabolisme, sehingga tubuh Anda tetap energik. Pilihlah susu atau cokelat hangat sebelum pergi tidur.
Berolahragalah dengan teratur! Hindari olahraga berat dekat dengan waktu tidur karena peningkatan temperatur tubuh akan membuat Anda terus terjaga. Idealnya, olahraga dilakukan 4-6 jam sebelum pergi tidur. Supaya tetap sehat dan tidur nyenyak, gerakkan tubuh 20 menit sehari. Kalau tidak bisa olahraga berat, olah raga ringan juga bisa seperti lari-lari, atau jalan-jalan pagi dan sore. Menggerakkan tubuh akan membuat tubuh kita aktif.

Jangan paksa diri untuk tidur !!!
Jika tak bisa tidur, coba keluar dari kamar dan lakukan sesuatu yang lama-kelamaan membuat Anda mengantuk. Contohnya menonton televisi, membaca, atau mendengarkan murottal, nasyid, atau musik baik yang lembut. Segera kembali ke kamar ketika kantuk mulai menyerang.
Baiknya juga, biasakan berwudhu sebelum tidur, karena termasuk dalam sunnah. Setelah itu berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara bin `Azib ra. menuturkan, “Rasulullah Saw bersabda: Apabila kamu akan tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan… Dan tidak mengapa berbalik ke sebelah kiri nantinya.” Badan yang biasa kena air wudhu cenderung harum dan menyenangkan. Kebiasaan untuk berwudhu akan membuat kita selalu berjaga-jaga akan kesucian batin dan lahir kita.

Adapun seprei, disunnahkan pula mengibaskan seprei tiga kali sebelum berbaring. Hadits dari Abu Hurairah ra. mengatakan bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” Di dalam satu riwayat dikatakan: tiga kali.
Bagaimana kalau tidurnya tengkurap? Apa hukumnya? Hukumnya: Makruh. Alasannya apa? Kita bisa lihat dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Dzar ra. yang menuturkan bahwa, “Nabi Saw pernah lewat melintasi aku, kala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda: Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka.”

Selain itu juga makruh hukumnya tidur di atas rumah yang terbuka. Masih adakah rumah seperti itu? Kalau dilihat jaman sekarang, sudah jarang yang seperti itu. Namun di jaman Nabi Saw, hal itu ada. Dewasa ini, rata-rata tiap rumah sudah ada penutupnya. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari yang bersumber dari Ali bin Syaiban disebutkan tentang itu. “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya,” kata beliau, “Maka hilanglah jaminan darinya.”

Jangan lupa: tutup pintu, jendela, padamkan api dan lampu. Mari kita kutip hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim: Dari Jabir ra. diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, “Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman.” Kalau pintu dan jendela tidak ditutup, maka akan bahaya: ini memancing maling untuk beraksi. Api dan lampu juga baiknya dimatikan karena kita tidak tahu saat lagi tidur, siapa tahu ada kucing lewat dan melewati lampu, lampunya jatuh, akhirnya bisa mengakibatkan kebakaran. Kecuali, kalau memang lampu dan api (seperti petromax) berada di tempat yang aman.
Mau berkah lagi? Biasakanlah juga: baca ayat kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas). Banyak hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut. Membaca do’a ini akan menjaga diri kita dari gangguan makhlus halus (jin) atau dari manusia—minal jinnati wannas.

Selain itu, baca juga do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah Saw. Do’a berikut adalah riwayat dari Abu Daud: “Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu.” Do’a ini dibaca tiga kali. Baca juga do’a masyhur—yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup” (Bismika Allahumma Ahya wa Bismika Amuut ).

Kalau pas lagi tidur, tiba-tiba ada rasa kaget, hati gelisah atau rasa ketakutan, apa yang harus dilakukan? Sunnahnya atau dianjurkan sekali untuk berdo`a dengan do`a berikut ini, "Aku berlindung dengan kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan setan dan kehadiran mereka kepadaku ".

Saat bangun tidur, jangan langsung bangun ke kamar mandi, tapi usahakanlah baca doa’ dulu. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, do’anya adalah sebagai berikut, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” Semoga dengan etika sebelum tidur itu membuat tidur kita tidak sekedar melepas penat, akan tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah Swt

Sumber : Ahmad Tafsir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda but No Pornografi, No SARA, No Spam, No Alkohol, No Smoking, No RASIS.
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda & Keep Smile !!! :)