Rabu, 12 September 2012

Suka duka menjadi bapak rumah tangga


Ketika mereka memutuskan untuk memulai suatu hubungan yang lebih serius dengan pacarnya " menikah " , mereka akan selalu berpikir untuk selalu membahagiakan istri dan anaknya kelak serta berharap mendapatkan pelayan yang tulus dan sempurna dari sang istri bagitupun sebaliknya. Setelah pesta pernikah itu berlangsung dan mereka memulai sesuatu yang belum pernah di alami sebelumnya,yaitu menjadi suami istri. Di beberapa bulan pernikahan pertama mereka belum di karunia anak, mungkin dikarenakan faktor kelelahan sang suami yang setiap hari harus pulang pergi ke tempat
dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam untuk sekali jalan,jadi sehari 2 jam si suami habiskan di atas aspal yang panas dan penuh sesak dengan aneka jenis kendaraan,karena jalan yang diaa lalui merupakan jalan utama/propinsi yang menghubungkan Surabaya -  Banyuwangi.

Setelah beberapa bulan dia jalani hidup seperti ini dan karena support dari teman/saudaranya, dia pun berpikir untuk mencari kos-kosan, berharap dapat segera mempunyai anak dari dan mengurangi lelah serta cost BBM yang harus diaa keluarkan. Tiap hari ketika lagi santai dan tidak ada kerjaan,dia selalu menyempatkan diri untuk mencarai tempat kos yang bisa di huni untuk rumah tangga dan cocok ( lingkungan & biaya ),bertanya kesana kemari,teman kerja dan setiap orang yang dia jumpai di jalanan.
Hingga akhirnya dia menemukan tempat kos yang kebetulan tidak terlalu banyak kamar kosnya dan yang terpenting setelah dia tanya ke yang punya kos,bisa di tempatin untuk rumah tangga dan boleh bawa rice cooker dan masak. Kemudian beberapa hari kemudian dia ajak istrinya untuk survei takutnya tidak sesuai dengan yang di inginkannya,bagi dia kesengan dan ke enjoyan istrinya yang terpenting, karena istrinya yang setiap hari bisa merasakan suka dukanya hidup di tempat kos bersama dengan aneka ragam karakter penghuninya.

Setelah penantian panjang berbulan-bulan itu,akhirnya bayi itu lahir dan tumbuh besar dan mereka asuh bersama. Sejak kelahiran bayi itu pula dia kembali hidup seperti sebelumnya yaitu pulang pergi kerja ke luar kota dengan motor kesayangannya, setiap hari dia tinggalkan istri dan anaknya di rumah dan tidak bisa merasakan serta melihat seberapa ribetnya mengurus anak sendiri dan terkadang di bantu orang tua/saudaranya.
Hingga suatau hari istrinya jatuh sakit yang memaksanya untuk tidak bisa melakukan aktifitas sama sekali, jangankan untuk mencuci,menyapu ataupun memasak,untuk beranjak dari tempat tidur pun istrinya susah karena sakit yang di rasakannya. Awalnya hanya sakit biasa sampai mendekati tengah malam istriknya mengerang kesakitan yang amat sangat di bagian perutnya,saking tidak kuatnya menahan sakit hingga istrinya menangis. Ketika anaknya tertidur lelap,dia ambil dan menggendong anak itu kemudian dia putuskan untuk membawa istrinya ke dokter dekat rumah tapi tidak ada, untuk ke UGD terlalu jauh dan istrinya tidak kuat untuk perjalanan kesana. Kemudian dia mendatangi pos di pintu masuk perumahan apakah ada dokter/bidan terdekat ? dengan sigapnya pak satpam yang berjaga menunjukkan dan dengan tulus membantu mengantarkan mereka ke bidan terdekat di perumahan dan sampailah di rumah si bidan itu.
Setelah di periksa si bidan menjelaskan perihal/sebab dari penyakit istrinya,dari penjelasan bidan tsb diketahuilah bahwa istrinya mengalami infeksi kantung kemih yang di akibatkan adanya virus yang masuk dan kemudian diberinya obat antibiotik,mag dan mual untuk di habiskan selama tiga hari, lalu mereka beranjak pulang ke rumah.

  Ke esokan harinya dia memohon ijin ke pimpinan-pimpinan di kantor tempatnya bekerja untuk tidak masuk kerja hari itu, sejak pagi hari itulah dia mengerjakan semua pekerjaan yang biasa dilakukan istrinya, mulai menyapu,belanja,memasak,mencuci,memandikan anaknya dan nyuapin makan untuk istrinya. Dengan telaten dan sabarnya dia mengerjakan itu semua,yang ada dipikirannya dia selalu merasakan betapa ribetnya pekerjaan seorang ibu tangga. Ini merupakan pengalaman baru dan pertama baginya,dia pikir kalau hanya mengurus rumah saja itu sudah biasa karena sejak dia masih bujang/muda sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah ( nyapu,ngepel,nyuci sendiri ) dan pernah hidup mandiri di mess/kos, yang tersulit baginya adalah ketika mengurus anaknya. Ketika anaknya lagi enak maka dengan mudahnya dia untuk  mengatur makan,mandi dan tidurnya, tapi kalau anaknya lagi ngga mood atau lagi kesel, mulailah masa-masa ribet dan menjengkelkan dan dia bingung harus ngapain, karena di rayu ini-itu juga ngga akan merubah keadaan kecuali mood baiknya sendiri yang muncul pada anaknya.
Akan tetapi dia selalu berpikir,bagaimanapun dia adalah ayahnya yang harus mendidik dan membimbing anaknya dengan telaten dan sabar agar kelak juga akan menjadi anak yang telaten dan sabar harapnya.
  
  Hari berganti malam dan kemudian mereka pun tertidur meski sering terbangun karena sakit istrinya yang juga belum membaik hingga pagi menjelang di keesokan harinya yang kebetulan hari sabtu kantornya tidak libur, dia putuskan untuk tidak masuk kerja lagi. Di hari kedua dia menjadi bapak rumah tangga,seperti hari sebelumnya dia mengerjakan semua pekerjaan rumahnya dengan telaten,sabar,tulus dan ikhlas dan begitu seterusnya hingga di hari ketiga kesehatan istrinya mulai membaik dan pulih. Kehidupan keluarga kecilnya pun kembali berjalan seperti biasanya.
Jika di hari-hari sebelum kejadian itu,dia atau mungkin beberapa orang kebanyakan yang baru berumah tangga akan selalu berpikir bahwa seorang suami adalah pemimpin rumah tangga yang harus di layani dan menafkahi, dan juga istrinya harus mengerjakan semua pekerjaan rumah serta beranggapan kalau istrinya di rumah hanya melakukan hal-hal mudah, namun sejak saat itu dia mulai berpikir jika dalam sebuah rumah tangga/keluarga itu harusnya saling melayani,mengasihi,menyayangi,berbagi suka maupun duka.

Menjalani kehidupan berumah tangga seperti pepatah " Berat sama di Pikul, Ringan sama di Jinjing ", artinya seberat dan seringan apapun cobaan ataupun nikmat dalam berumah tangga harus di rasakan bersama.

" Baginya sebuah rumah tangga/keluarga adalah kebersamaan dan saling berbagi "







4 komentar:

  1. Inspired gan
    Thanx

    BalasHapus
  2. hehe okjuga .. mantap gan eh jgn lupa mampir di http://gowaberbagi.blogspot.com/

    BalasHapus

Silahkan Tulis Komentar Anda but No Pornografi, No SARA, No Spam, No Alkohol, No Smoking, No RASIS.
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda & Keep Smile !!! :)